Connect with us

Edukasi

Whether dan If: Penggunaan, Perbedaan, dan Contoh Kalimat

Kumpulan informasi dan rekomendasi berita seputar Kampung Inggris dan membahas tentang Whether dan If: Penggunaan, Perbedaan, dan Contoh Kalimat

Whether dan If: penggunaan, perbedaan, dan contoh kalimat.

KAMPUNG INGGRIS CEC – Whether dan If: penggunaan, perbedaan, dan contoh kalimat. Dalam bahasa Inggris, klausa whether seringnya diikuti dengan or not. Hal tersebut terlihat mubazir dalam penggunaannya, namun tidak selalu demikian karena or not dapat dijadikan alternatif.

Walaupun sama-sama digunakan dalam kalimat pengandaian, whether dan if ternyata tidak bisa digunakan secara sembarangan. Untuk menempelkan dalam kalimat, kamu harus menyesuaikan dengan kondisi atau situasi yang sedang dihadapi.

Whether dan If sama-sama masuk ke dalam kategori subordinate conjunction. Subordinate conjunction merupakan sebuah kata hubung yang mengawali dependent clause. Dependent clause adalah kelompok kata yang mengandung subject dan verb namun tidak dapat mengungkapkan suatu pikiran yang utuh.

Hal tersebut terjadi karena klausa ini diawali oleh suatu kata (subordinator) yang menyebabkan makna dari klausa tersebut menggantung atau sederhananya disebut sebagai anak kalimat. Dengan demikian, klausa ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat.

Tujuannya Whether dan If adalah membangun ide antara dependent clause (anak kalimat) dengan main clause (induk kalimat).

Perbedaan Whether dan If

Whether dan If: penggunaan, perbedaan, dan contoh kalimat.
Whether dan If: penggunaan, perbedaan, dan contoh kalimat. Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Pada umumnya, penggunaan if digunakan sebagai subordinator pada conditional clause atau kalimat pengandaian. Biasanya ciri umum penggunaan if terdapat kata ‘then’ pada kalimat yang menunjukkan bisa saja bukan fakta, namun hanya tersirat.

Contoh Kalimat:

  • If you sleep late, you will be sleepy – Jika kamu tidur larut malam, kamu akan mengantuk.
  • If I have free time,  I will go swimming – Jika saya punya waktu luang, saya akan pergi berenang.

Penggunaan if tak harus mutlak dilengkapi dengan sebuah then’ statement.

Kamu tetap bisa menggunakannya dalam kalimat pengandaian yang situasinya belum terjadi.

Contoh Kalimat:

  • I don’t know if she will come or not – Saya tidak tahu apakah dia akan datang atau tidak.
  • He will scream if he needs help – Dia akan berteriak jika dia membutuhkan bantuan.
  • I won’t be mad at you if you tell me the truth – Aku tidak akan marah padamu jika kau mengatakan yang sebenarnya.
  • What will happen if I throw a stone at his window? – Apa yang akan terjadi jika saya melempar batu ke jendelanya?
  • Just go home if you are not ready for this – Pulang saja jika kamu tidak siap untuk ini.

Ada beberapa kegunaan dan kondisi untuk menggunakan whether.

  • Whether digunakan ketika seseorang bermaksud menunjukkan dua alternatif. Untuk menunjukkan kondisi ini biasanya whether digunakan bersama dengan or. Pada situasi ini, whether berfungsi sebagai corelative junction. Sebagai contoh: I’m confused whether I should live in Tokyo or to live in Osaka.
  • Whether bisa juga digunakan sebagai subjek dalam kalimat. Contoh: Whether he comes or not means nothing to me.
  • Hanya whether yang bisa digunakan sebagai preposition. Contoh: My father and I talked about whether we should buy a new car or not.

Penggunaan Whether dan If

Whether dan If sering digunakan mengawali reported (yes-no) question (bentuk pernyataan yang memuat pertanyaan yang telah di dengar sebelumnya) atau embedded question (pertanyaan yang berada di dalam pernyataan atau pertanyaan lain).

Inilah penjelasan penggunaan Whether dan If, yuk simak!

If

Sesuai yang dijelaskan di atas, if digunakan dalam kalimat pengandaian atau conditional clause. Ada beberapa tipe conditional clause yang bisa kamu ketahui:

Tipe 0

Salah satu tipe kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan suatu fakta umum atau sebuah kebiasaan.

Contoh Kalimat:

  • If my uncle comes over, we usually go to the mall – Jika paman saya datang, kami biasanya pergi ke mal.
  • If you don’t water the flowers, they will die and rot – Jika Anda tidak menyirami bunga, mereka akan mati dan membusuk.

Tipe 1

Tipe ini menunjukkan adanya kondisi di masa kini atau di masa depan yang nyata dan akan terjadi. Contoh Kalimat:

  • If you don’t wake up right now, you will be late for school – Jika Anda tidak bangun sekarang, Anda akan terlambat ke sekolah.
  • If you lose your money again, I won’t give you any more – Jika Anda kehilangan uang Anda lagi, saya tidak akan memberi Anda lagi.

Tipe 2

Tipe 2 menunjukkan bahwa kondisi merupakan pengadaian yang tidak nyata sama sekali atau bisa dibilang hanya sebuah prediksi.

Contoh Kalimat:

  • If I were you, I won’t do that – Jika aku jadi kamu, aku tidak akan melakukan itu.
  • If I were rich, I will travel around the country with my dog – Jika saya kaya, saya akan bepergian ke seluruh negeri dengan anjing saya.
  • I won’t get along with anybody if I move to another school – Saya tidak akan bergaul dengan siapa pun jika saya pindah ke sekolah lain.

Tipe 3

Tipe ini merupakan kalimat kondisional di mana untuk menyatakan masa lalu yang situasinya berbeda dengan sekarang.

Contoh Kalimat:

  • If I’d brought an umbrella, I wouldn’t have gotten wet -Jika saya membawa payung, saya tidak akan basah.
  • If I’d study harder, I would’ve been on top of the class – Jika saya belajar lebih keras, saya akan menjadi yang teratas di kelas.
  • If I hadn’t bought those useless things yesterday, I could’ve bought my favorite food for dinner – Jika saya tidak membeli barang-barang yang tidak berguna kemarin, saya bisa membeli makanan favorit saya untuk makan malam.

Whether

Dalam arti Bahasa Indonesia, whether bisa berarti “apakah”. Maka dari itu biasanya whether digunakan dalam kondisi sedang memilih sesuatu.

Biasanya ada lebih dari satu alternatif yang sedang dibicarakan.

Contoh Kalimat:

  • Mark can’t decide whether he should go or stay at home – Mark tidak bisa memutuskan apakah dia harus pergi atau tinggal di rumah.
  • She asked me whether I was married – Dia bertanya apakah saya sudah menikah.
  • I don’t know whether she will come – Saya tidak tahu apakah dia akan datang.
  • I asked whether she had received the letter – Saya bertanya apakah dia telah menerima surat itu.
  • She doesn’t know whether her son is dead or alive – Dia tidak tahu apakah putranya sudah mati atau masih hidup.
  • I don’t know whether the answer is right or wrong – Saya tidak tahu apakah jawabannya benar atau salah.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply