Edukasi

Speaking, Pentingnya Memahami Cross Culture Understanding

CEC Kampung Inggris – Banyak orang belum memahami apa itu Cross Culture Understanding, kali ini Iffaturrizkiyah salah seorang siswi yang belajar di Coupis English Course (CEC) akan menjelaskan sedikit pentingnya memahami Cross Culture Understanding.

Seperti yang kita tahu bahwa cross culture understanding (CCU) adalah sebuah studi yang diajarkan di dalam mata kuliah Bahasa Inggris, yang mana pada mata kuliah Cross Culture Understanding tersebut kita bisa mempelajari sebuah pemahaman yaitu pemahaman mengenai perbedaan budaya yang berupa suatu pengenalan tentang perbedaan budaya asing dalam kehidupan atau yang mengkaji tentang suatu kebiasaan antar Negara yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman atas perbedaan budaya dan kebiasaan dari kedua Negara tersebut. [1]

Wanita yang gemar membaca Novel ini mengungkapkan pentingnya memahami Cross Culture Understanding, karena Iffa melihat banyak orang dari negara Indonesia mengganggap perlu untuk keluar negeri baik itu untuk melanjutkan study, kepentingan pekerjaan, atau hanya sekedar berlibur saja. Karena itu Sobat Coupis Family harus mengetahui banyak vocabulary yang baik dari suatu negara yang kita datangi.

Bahasa Inggris sendiri banyak memiliki dialek atau aksen seperti: Amerika, British, India, Australia, dan lain-lain. Akan tetapi  dialek atau aksen yang sering digunakan di seluruh dunia adalah America dan British.

Jadi, sebelum kita mempelajari bahasa Inggris lebih jauh tentang dialek atau aksen bahasa Inggris, Iffa menegaskan alangkah pentinya mempelajari Cross Culture Understanding. Pertama kita harus bertanya kepada seluruh pelajar aksen mana yang akan mereka pilih, Amerika atau British, karena hanya dua aksen itu yang sering digunakan.

Dan cara untuk mengetahuinya kita bisa bertanya seberapa banyak vocabulary yang mereka tahu antara Amerika dan British, seperti :

  1. Bagaimana cara mereka menulis vocabulary.
    Contoh: program or programme.
  2. Bagaimana aksen mereka ketika menyebutkan vocabulary.
    Contoh: water , mereka menyebutkan dalam aksen Amerika atau British.
  3. Pilihan terakhir para pelajar bisa memilih zona mana yang mereka aman atau nyaman ketika berbicara.

Menurut wanita asli Lamongan ini, jika para pelajar sudah mengetahui dan memutuskan aksen atau dialek mana yang mereka pilih, kita bisa mempelajarinya lebih jauh, baru kita bisa mempelajari tentang bagaimana tata krama dalam  berbicara yang baik sesuai aksen atau dialek yang sudah dipilih oleh para pelajar.

Iffa memberikan tips tentang bagaimana tata krama dalam  berbicara yang baik sesuai aksen atau dialek ketika bertemu orang baru di luar negeri:

  1. Sebisa mungkin para pelajar mengetahui cara mengawali obrolan dengan baik.
  2. Kata-kata apa yang baik dan sopan ketika berbicara.
  3. Nada dalam berbicara pun harus di pelajari, dan juga cara bersikap di depan orang yang tidak dikenal maupun dikenal, dan masih banyak tips lainya.

Di kelas, Iffa juga melakukan praktek setelah  pembelajaran berlangsung. Seperti pengulangan expression atau vocabulary yang telah diberikan dengan pembunyian kata mengikuti gaya bahasa yang dipilih oleh pelajar secara baik dan benar.

Sumber: [1] https://elthewhitefairy.wordpress.com/ Pemahaman Tentang Mata Kuliah CROSS CULTURE UNDERSTANDING (CCU)

Baca juga:

  1. Pronunciation, Bukan Berarti Harus Meniru Gaya Bicara Harry Potter
  2. Pronunciation Based on Speaking

Back to top button
%d blogger menyukai ini: