Berita

Potret Pare Zaman Dahulu

Dulu ada jalur rel kereta api di Pare

CEC Kampung Inggris – Tahukah kalian jika dahulu Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri keadaanya tidak seperti sekarang ini, karena pada masa sekarang Kecamatan Pare sudah banyak mengalami perubahan mulai dari jalan raya, sekolahan, kantor polisi, bahkan sampai Rumah Sakit. Seiring berjalanya waktu Kecamatan Pare berkembang secara pesat, bahkan sebagian orang menyebutkan bahwa Pare adalah sebuah kota.

Anggapan tersebut salah, Pare adalah sebuah kecamatan dan masih menjadi bagian dari Kabupaten Kediri. Pare adalah Kecamatan yang letak di timur laut Kabupaten Kediri tepatnya terletak 25 km sebelah timur laut kota Kediri, atau sekitar 120 km barat daya Kota Surabaya. Pare berada pada jalur Kediri – Malang dan jalur Jombang -Kediri serta Jombang  –  Blitar.

Nah, pada ulasan kali ini admin akan memberikan sedikit potret Kecamatan Pare pada zaman dahulu, yuk langsung saja simak ulasan berikut!

Simpang Ringin Budho

Photo by google/http://noviaparma.blogspot.co.id

Mungkin banyak orang tidak mengetahui bahwa di pusat Kecamatan Pare terdapat arca bersejarah, memang letaknya sedikit tersembunyi walaupun dipinggir jalan. Patung Ringin Budho terletak di sebelah selatan kawasan Taman Thamrin. Sesuai dengan namanya patung Ringin Budho berada di bawah pohon beringin yang rindang dan dikelilingi pagar tembok kurang lebih setengah meter yang dicat berwarna merah.

Tahukah Sobat Coupis, Arca Ganesha yang oleh masyarakat setempat disebut Mbah Budho, berkepala gajah dan perut buncit yang relatif utuh. Arca Ganesha ini memiliki empat tangan, tangan kanan depan membawa tasbih, tangan kanan belakang membawa gading, tangan kiri depat membawa mangkuk yang dihisap belalai dan tangan kiri belakang membawa kapak.

Saat ini, lokasi dimana ringin dan patung ini berada tertutup oleh banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tersebut. Padahal sebenarnya patung Ringin Budho ini dapat terlihat dengan mudah dari jalan raya.

Jalan raya di Pare dan Tugu Garuda

Photo by google/http://ajieira.blogspot.co.id

Jalanan di Kecamatan Pare memang terkesan ramai, dari dulu bahkan sampai kini Pare semakin ramai. Sekarang di Jalan raya Pare terdapat banyak pedagang – pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan hingga minuman namun tidak mengganggu pandangan kita.

Photo by google/http://aliruslansatu.blogspot.co.id

Sobat Coupis pastinya mengetahui patung Garuda, Dibangunya Tugu atau monumen ini pada awalnya adalah sebagai tanda pintu masuk Kecamatan Pare dari arah Kediri. Dibangun pada sekitar tahun 70an, tugu ini menjadi spot yg menarik di Pare. Ada ukiran text Pancasila dan Proklamasi kemerdekaan di bagian bawah tugu yang menyangga dua buah pilar. Di ujung atas pilar, bertengger sang Garuda Pancasila dengan gagah dan megahnya.

Saat ini di tugu ini dijadikan tempat untuk nongkrong sekaligus refreshing bagi banyak pemuda-pemudi bahkan biasanya menjadi tempat berkumpul komunitas-komunitas tertentu.

RS HVA Toeloengredjo tempo dulu

Siapa yang tidak mengetahui rumah sakit yang satu ini, rumah sakit ini terletak di Jalan Achmad Yani No. 25 Kelurahan Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi rumah sakit ini berada di pinggir jalan raya menuju ke Jombang.

Photo by google/http://selopanggung.blogspot.co.id

Menurut catatan historis yang ada, RS HVA Toeloengredjo didirikan pada tahun 1908 oleh perusahaan pedagangan di bidang perkebunan swasta milik orang Belanda yang bernama NV. Handels Vereeniging Amsterdam (HVA). Sesuai yang membuatnya, maka nama rumah sakit tersebut dinamai RS HVA Toeloengredjo. Artinya, rumah sakit yang dibangun oleh NV. Handels Vereeniging Amsterdam yang berlokasi di Tulungrejo.

Perusahaan Handels Vereeniging Amsterdam merupakan perusahaan perdagangan di bidang perkebunan yang memfokuskan usaha bisnisnya pada industri gula, molase dalam bentuk alkohol yang digunakan untuk rumah sakit, spiritus, dan tembakau. Kediri saat itu menjadi kota strategis karena menjadi pusat pertanian, perkebunan dan industri. Karena memang dibangunnya rumah sakit tersebut digunakan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi karyawan pabrik gula maupun perkebunan milik HVA yang ada di Kediri.

Sampai sekarang rumah sakit HVA masih tetap eksis menjadi rumah sakit terbesar dan terbaik dengan peningkatan kualitas maupun fasilitas yang setiap tahun selalu ditingkatkan.

Jalur Rel Kereta Api di Pare

Dulu di sebelah selatan Polres Kediri dan bekas bangunan Gedung Bioskop Sentral terdapat satu-satunya stasiun kereta yang menghubungkan Jalur Kediri dan Jombang, suasana pada waktu itu sangat ramai.

Para penumpang silih berganti naik turun stasiun dan disebelah selatannya lagi terdapat bangunan gerbong untuk menaruh Kepala Sepur Trutuk dan lori-lori yang biasanya digunakan untuk mengangkut tebu, beras dan gula. Selain itu disebelah kanannya lagi ada Loko putar dan disebelah kiri gerbong terdapat sumur tua.

Photo by google/https://id.pinterest.com

Dari stasiun biasanya kereta yang akan menuju Jombang bergerak ke Timur kurang lebih 200 m ada pos jaga dan terus melewati depan Koramil berlangsung melewati sekitar Ringin Budho dan dilanjutkan ke utara melewati Rumah Sakit HVA terus ke arah Jombang.

Jejak Rel Kereta Api Depan HVA Pare Kurang lebih di akhir tahun 1975 stasiun kota Pare sudah berakhir, dan disekitar Perum PJKA sekarang dibangun Areal Pertokoan PJKA yang menghadap ke Utara, dan dibalik (belakang) areal pertokoan itu ada Pujasera (Pusat Jajan Serba Ada) dan Pasar Sore di waktu malam, sedangkan areal perkebunan depan loji-loji sekarang berubah menjadi bangunan perumahan dan diwaktu siang banyak pedagang burung dan barang-barang bekas.

Jika Sobat Coupis penasaran jejak rel kereta api di wilayah Pare, Sobat Coupis bisa melihat disepanjang Jalan raya Kediri-Pare, tepatnya yang masih terlihat jelas di daera Gurah sampai di daerah Bendo Pare.

Tentu saja masih banyak lagi potret Pare pada zaman  dahulu yang belum admin sebutkan, jika Sobat Coupis menemukan potret Kecamatan Pare tempo dulu jangan lupa untuk share dengan cara tulis di kolom kometar.

Apabila membagikan artikel ini, harap sertakan link sumber dari https://parekampunginggris.co. Terimakasih


Contributor: Rahmatullah & Galih Febrian Yusuf

Baca juga:

  1. Ini Kuliner Hits dan Terkenal di Kediri
  2. Ini Tempat Nongkrong Paling Hits di Kediri
  3. Menggali Potensi Desa Canggu, Sektor Perikanan Hingga Pariwisata

Leave a Reply

Back to top button
%d blogger menyukai ini: