Connect with us

Edukasi

Pengertian dan Jenis Conditional Sentence

Kumpulan informasi dan rekomendasi berita seputar Kampung Inggris dan membahas tentang pengertian dan jenis conditional sentence.

pengertian dan jenis conditional sentence

KAMPUNG INGGRIS CEC – Inilah pengertian dan jenis conditional sentence. Dalam Bahasa Indonesia, conditional sentence juga bisa disebut  sebagai kalimat pengandaian. Sesuai dengan namanya, kalimat ini belum terjadi atau belum terlaksana karena masih berandai-andai saja.

Kalimat ini bisa digunakan untuk mengungkapkan sebab akibat, kemungkinan terjadinya suatu hal, maupun menyatakan pengandaian atas hal yang sebetulnya tidak mungkin terjadi.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa conditional sentence ternyata memiliki beberapa jenis yang kondisinya ternyata berbeda-beda. Daripada semakin bingung, mari pahami lebih dalam conditional sentence tipe 0, 1, 2, dan 3.

Pengertian Conditional Sentence

pengertian dan jenis conditional sentence
Pengertian dan jenis conditional sentence. Photo by Eva Elijas on Pexels.com

Secara sederhana, conditional sentence adalah kalimat majemuk yang berisikan kondisi mengenai sebuah pengandaian, imajinasi, atau suatu kejadian yang belum terjadi.

Dalam kalimat Bahasa Inggris, kalimat pengandaian ini diawali dengan ‘if’ sebagai penanda bahwa kondisinya memang belum terjadi.

Bentuk conditional sentence adalah “If-clause + main clause.” Jika kamu perhatikan, if-clause merupakan bagian dari kalimat pengandaiannya. Sedangkan main clause, biasanya berisi konsekuensi atau akibat dari kondisi pengandaian sebelumnya.

Jenis Conditional Sentence

Terdapat 4 jenis conditional sentence yang masing-masing jenisnya menggunakan bentuk tenses yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya semua conditional sentence terdiri atas if clause dan main clause.

Inilah jenis conditional sentence di antaranya adalah:

Jenis Conditional Sentence Tipe 0

Tipe ini biasanya disebut sebagai zero conditional sentences.

Tipe kalimat ini digunakan ketika hasil atau konsekuensi dari kondisi terwujud alias memaparkan sebuah kebeneran (general truth) dan fakta ilmiah.

Kalimat ini biasanya berbentuk present tense dengan rumus: if + simple present, simple present. Contoh kalimat (berdasarkan contoh dari grammarly.com):

  • If we burn paper, it becomes ash
    • Jika kita membakar kertas, itu menjadi abu.
  • I feel sick if I eat too much
    • Saya merasa sakit jika saya makan terlalu banyak.
  • If you don’t brush your teeth, you get cavities
    • Jika kamu tidak menyikat gigi, kamu mendapatkan gigi berlubang.
  • When people smoke cigarettes, their health suffers
    • Ketika orang merokok, kesehatan mereka terganggu.

Jenis Conditional Sentence Tipe 1

First conditional sentence merupakan bentuk kalimat pengandaian yang digunakan ketika hasil atau konsekuensi memiliki kemungkinan untuk terjadi di masa depan.

Hal ini bisa terjadi karena masih ada kondisi realistik yang masuk akal untuk kemungkinan terjadi.

Maka dari itu, bentuk kalimat dari conditional sentence tipe pertama ini memiliki bentuk kalimat simple future alias kalimat yang akan datang.

Rumus dari kalimat ini adalah: if + simple present, simple future “will” / imperative dan contohnya adalah:

  • If I meet himI will introduce myself
    • Jika saya bertemu dengannya, saya akan memperkenalkan diri.
  • If you rest, you will feel better
    • Jika kamu beristirahat, kamu akan merasa lebih baik.
  • If it rains, I will stay at home
    • Jika hujan, saya akan tinggal di rumah.
  • If he gives her chocolate, she will be happy
    • Jika dia memberinya cokelat, dia akan senang.
  • If it doesn’t rain, we will go to the library
    • Jika tidak hujan, kita akan pergi ke perpustakaan.

Jenis Conditional Sentence Tipe 2

Second conditional sentences merupakan tipe kalimat pengandaian yang digunakan ketika hasil atau konsekuensi hanya memiliki harapan terwujud walaupun kemungkinannya sangat kecil.

Jadi bisa dikatakan kalau kalimat pengandaian tipe kedua ini belum tentu terjadi namun juga bisa menjadi kenyataan.

Dalam bentuk kalimat ini, rumus yang digunakan adalah if + simple past/were, would/could/might + bare infinitive.

Penggunaan would/could/might berfungsi untuk menjelaskan seberapa besar sebuah kondisi itu akan terjadi. Contohnya:

  • If I were you, I would continue my study
    • Jika saya jadi kamu saya akan melanjutkan studi saya.
  • If I had time, I would go with you
    • Jika saya punya waktu, saya akan pergi dengan kamu.
  • If she met her mother, she would be very happy
    • Jika dia bertemu ibunya, dia akan sangat senang.
  • If it rained tomorrow, I would sleep all day
    • Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.
  • If I were you, I’d tell him the truth
    • Jika saya jadi kamu, saya akan mengatakan yang sebenarnya.

Jenis Conditional Sentence Tipe 3

Third conditional sentence merupakan sebuah kalimat pengandaian ketika sebuah kondisi tidak mungkin terwujud sama sekali.

Hal ini bisa digambarkan karena kondisi yang sangat mustahil atau hanya sebuah mimpi atau imajinasi.

Dalam tipe kalimat pengandaian yang ketiga ini, bentuk kalimat menggunaka past perfect yang dilengkapi dengan modal auxiliary seperti would, could, dan should.

Rumus yang digunakan adalah if + past perfect, would/should/could/might + have + past participle. Contoh kalimat:

  • If you had remembered to invite me, I would have attended your party
    • Jika kamu ingat untuk mengundang saya, saya akan menghadiri pesta kamu.
  • We might have gone to South America if she had not been pregnant
    • Kita mungkin akan pergi ke Amerika Selatan jika dia tidak hamil.
  • If you had told me you needed a ride, I would have left earlier
    • Jika kamu memberi tahu saya bahwa kamu membutuhkan tumpangan, saya akan pergi lebih awal.
  • If I had cleaned the house, I could have gone to the movies
    • Jika saya membersihkan rumah, saya bisa pergi ke bioskop.
  • If she hadn’t taken the course, she wouldn’t have gotten the scholarship
    • Jika dia tidak mengambil kursus, dia tidak akan mendapatkan beasiswa.
  • If I had locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car
    • Jika saya mengunci mobil, pencuri tidak akan mencuri mobil saya.
  • Had I locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car
    • Seandainya saya mengunci mobil, pencuri tidak akan mencuri mobil saya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Advertisement