Connect with us

Edukasi

Mengenal Puisi Bahasa Inggris Beserta Penyair Terfavorit (2)

Mengenal puisi bahasa Inggris beserta penyair terfavorit. Puisi memiliki nilai estetika yang berbeda-beda bergantung penulis puisi.

Mengenal puisi bahasa Inggris beserta penyair terfavorit.
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

KAMPUNG INGGRIS CEC – Mengenal puisi bahasa Inggris beserta penyair terfavorit. Siapa sih yang tidak suka dengan puisi? Kata-kata yang indah dengan syair yang penuh makna. Kadang ketika membaca atau mendengarkan puisi bahkan bisa sampai baper (bawa perasaan).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait.

Biasanya puisi berisi ungkapan penulis mengenai emosi, pengalaman maupun kesan yang kemudian dituliskan dengan bahasa yang baik sehingga dapat berima dan enak untuk dibaca.

Puisi adalah karya sastra yang berisi tanggapan serta pendapat penyair mengenai berbagai hal. Pemikiran penyair ini kemudian dituangkan dengan menggunakan bahasa-bahasa apik serta memiliki struktur batin dan fisik khas penyair.

Penyair Puisi Bahasa Inggris

Pemikiran penyair dituliskan dengan menggunakan beragam pemilihan kata yang indah, sehingga dapat memikat para pembaca. Puisi memiliki nilai estetika yang berbeda-beda bergantung penulis puisi. Setiap penyair biasanya memiliki kekhasan dalam menulis puisinya.

Mengenal puisi bahasa Inggris beserta penyair terfavorit.
Mengenal puisi bahasa Inggris beserta penyair terfavorit. Photo by cottonbro on Pexels.com

Inilah penyair puisi bahasa Inggris terfavorit dan contoh puisi bahasa Inggris.

Charles Dickens

Charles Dickens (Charles John Huffam Dickens) lahir di Landport, Portsmouth, pada 7 Februari 1812. Charles adalah anak kedua dari delapan bersaudara yang lahir dari pasangan John Dickens (1786-1851), seorang juru tulis di Kantor Keuangan Angkatan Laut, dan istrinya, Elizabeth Dickens (1789-1863).

Pada tahun 1814, keluarga Dickens pindah ke London dan dua tahun kemudian ke Chatam, Kent, tempat Dickens menghabiskan masa kecilnya. Karena kesulitan keuangan, mereka kembali pindah ke London pada tahun 1822. Di sana, mereka tinggal di Camden Town, sebuah pemukiman masyarakat miskin.

Pada tahun 1833, Charles mulai mengirimkan cerita-cerita pendek dan essai secara periodik. “A Dinner at Popular Walk” adalah karya pertamanya yang diterbitkan dan muncul di majalah “Monthly Magazine” pada bulan Desember 1833. Pada tahun 1834, masih sebagai reporter surat kabar, ia mulai memakai nama pena yang nantinya menjadi terkenal “Boz”.

Buku pertama Charles berjudul “Sketches”, merupakan kumpulan cerita yang ditulisnya dengan menggunakan nama pena Boz dan diterbitkan pada tahun 1836. Pada tahun yang sama, ia menikahi Catherine Hogarth, putri seorang editor surat kabar “Evening Chronicle”. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 10 orang anak.

Lucy’s Song – BY CHARLES DICKENS

How beautiful at eventide
To see the twilight shadows pale,
Steal o'er the landscape, far and wide,
O'er stream and meadow, mound and dale!

How soft is Nature's calm repose
When ev'ning skies their cool dews weep:
The gentlest wind more gently blows,
As if to soothe her in her sleep!
The gay morn breaks,
Mists roll away,
All Nature awakes
To glorious day.
In my breast alone
Dark shadows remain;
The peace it has known
It can never regain.

Charlotte Bronte

Charlotte Bronte , nama menikah Ny. Arthur Bell Nicholls , nama samaran Currer Bell , (lahir 21 April 1816, Thornton, Yorkshire , Inggris — meninggal 31 Maret 1855, Haworth, Yorkshire), novelis Inggris terkenal Jane Eyre (1847), narasi kuat tentang seorang wanita yang berkonflik dengan keinginan alami dan kondisi sosialnya. Novel ini memberikan kebenaran baru pada fiksi Victoria. Dia kemudian menulis Shirley (1849) dan Villette (1853).

Tentang kehidupan dari sang penyair adalah sebagai berikut. Ayahnya adalah Patrick Brontë (1777–1861), seorang pendeta Anglikan. Lahir di Irlandia, dia telah mengubah namanya dari Brunty yang lebih biasa. Setelah melayani di beberapa paroki, ia pindah bersama istrinya, Maria Branwell Brontë, dan enam anak kecil mereka ke Haworth di tengah-tengah Yorkshire Moor pada tahun 1820, setelah dianugerahi rektor di sana. 

Segera setelah itu, Ny. Brontë dan dua anak tertua (Maria dan Elizabeth) meninggal, meninggalkan ayahnya untuk merawat ketiga gadis yang tersisa — Charlotte,Emily , dan Anne dan seorang anak laki-laki,Branwell . 

Asuhan mereka dibantu oleh seorang bibi, Elizabeth Branwell, yang meninggalkan kampung halamannya Cornwall dan tinggal bersama keluarga di Haworth.

On the Death of Anne Bronte – BY CHARLOTTE BRONTË

There's little joy in life for me,
      And little terror in the grave;
I 've lived the parting hour to see
      Of one I would have died to save.
Calmly to watch the failing breath,
      Wishing each sigh might be the last;
Longing to see the shade of death
      O'er those belovèd features cast.
The cloud, the stillness that must part
      The darling of my life from me;
And then to thank God from my heart,
      To thank Him well and fervently;
Although I knew that we had lost
      The hope and glory of our life;
And now, benighted, tempest-tossed,
      Must bear alone the weary strife.

John Keats

John Keats , (lahir 31 Oktober 1795, London , Inggris — meninggal 23 Februari 1821, Roma , Negara Kepausan [Italia]), penyair lirik Romantis Inggris yang mengabdikan hidupnya yang singkat untuk kesempurnaan puisi yang ditandai dengan gambaran yang hidup, hebat daya tarik sensual, dan upaya untuk mengekspresikan filosofi melalui legenda klasik .

John Keats adalah seorang penyair lirik Romantis Inggris yang syairnya dikenal karena pencitraannya yang hidup dan daya tarik sensualnya yang luar biasa. Reputasinya tumbuh setelah kematian dini, dan dia sangat dikagumi di  Zaman Victoria . Pengaruhnya dapat dilihat dalam puisi  Alfred, Lord Tennyson , dan Pra-Raphael.

John Keats meninggal karena tuberkulosis di Roma pada tahun 1821 pada usia 25 tahun.

A Thing Of Beauty (Endymion) – BY JOHN KEATS

A thing of beauty is a joy for ever:
Its lovliness increases; it will never
Pass into nothingness; but still will keep
A bower quiet for us, and a sleep
Full of sweet dreams, and health, and quiet breathing.
Therefore, on every morrow, are we wreathing
A flowery band to bind us to the earth,
Spite of despondence, of the inhuman dearth
Of noble natures, of the gloomy days,
Of all the unhealthy and o'er-darkn'd ways
Made for our searching: yes, in spite of all,
Some shape of beauty moves away the pall
From our dark spirits. Such the sun, the moon,
Trees old and young, sprouting a shady boon
For simple sheep; and such are daffodils
With the green world they live in; and clear rills
That for themselves a cooling covert make
'Gainst the hot season; the mid-forest brake,
Rich with a sprinkling of fair musk-rose blooms:
And such too is the grandeur of the dooms
We have imagined for the mighty dead;
An endless fountain of immortal drink,
Pouring unto us from the heaven's brink.
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply