BeritaWisata

Mengintip Desa Canggu, Sejarah Candi Surowono hingga Sendang Drajat

Mengintip Candi Surowono Kediri, Warisan Kerajaan Majapahit

Kampung Inggris CEC – Candi Surowono, ini berdiri kokoh di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yang lokasinya tidak jauh dari Kampung Inggris.

Baca juga artikel: Mengungkap Sisi Lain Candi Tegowangi

Candi Surowono memiliki nama asli Wishnubhawanapura yang merupakan sebuah candi Hindu dari jaman Kerajaan Majapahit, berukuran kecil namun dengan relief cantik.

Dan berikut info tentang Candi Surowono yang belum ketahui.

1. Sejarah berdirinya Candi Surowono

Relief ikan duyung di bangunan Candi Surowono.
Relief ikan duyung di bangunan Candi Surowono. Photo by instagram @jowykatarsis

Dasar Candi ini berukuran 7,8 x 7,8 meter, dengan tinggi 4,6 meter, menghadap ke barat, sebagaimana sebagian besar candi lainnya di Jawa Timur.

Diperkirakan dibangun pada tahun 1390 Masehi dan diperkirakan selesai pada tahun 1400 Masehi.

Di dalam kitab Nagarakretagama disebutkan bahwa Candi Surowono berada di Visnubuvanapura, sebuah tempat pemujaan bagi Dewa Wisnu, yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Awal mula berdirinya candi ini bertujuan untuk mengenang akan meniggalnya salah satu dari raja kerajaan Majapahit yang bernama Bhwe Wengker yang meniggal setelah di adakan upacara Srada.

2. Lokasi yang Strategis

Lokasi Surowono yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 30 kilometer arah timur laut dari Kota Kediri, atau kurang lebih 30 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, Kemudian dari pusat Kecamatan Pare hanya berjarak sekitar 10 kilometer atau kurang lebih 15 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor.

Jika Anda berada di Kampung Inggris, jaraknya hanya sekitar 7 kilometer atau kurang lebih 10 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor.

Lokasi Candi Surowono juga sangat strategis dan sangat mudah dijangkau oleh para pengunjung, pasalnya terletak tidak jauh dari jalan raya, bentuk candi pun dapat dilihat dari jalan raya.

3. Struktur Bangunan yang Unik

Candi Surowono
Candi Surowono, photo by Sekar Rinonce – blogger

Dikutip dari Wikipedia, ensiklopedia bebas, menjelaskan, Ukuran Candi Surawono tidak terlalu besar, hanya 8 X 8 m2. Candi yang seluruhnya dibangun menggunakan batu andesit ini merupakan candi Siwa. Saat ini seluruh tubuh dan atap candi telah hancur tak bersisa.

Hanya kaki candi setinggi sekitar 3 meter yang masih tegak di tempatnya. Candi tersebut menghadap ke barat dan untuk naik ke selasar di atas kaki candi terdapat tangga sempit yang terletak di sisi Barat.

Pada Candi Surowono terdapat beberapa relief yang dikerjakan dengan halus. Pada kaki Candi Surowono terdapat relief-relief fabel dan juga tantri, sedangkan pada badan Candi Surowono terdapat relief Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa yang dikubahnya pada 1035, serta relief Bubuksah, dan relief Sri Tanjung.

Di pelataran candi terdapat taman dan juga balok beton dengan ukuran memanjang yang dibuat untuk meletakan bebatuan candi yang belum tersusun pada tempat semula.

4. Terdapat Gua Tidak Jauh dari Candi

Pintu masuk Gua Surowono.
Pintu masuk Gua Surowono. Photo by astiramadhanti.blogspot.com

Jika ingin berkunjung ke Candi Surowono bisa langsung berkunjung ke dua spot wisata sekaligus, atau bisa juga berkunjung ke Gua Surowono setelah dari Candi Surowono. Lokasinya berada tidak jauh dari lokasi Candi dan masih satu kawasan dengan Candi Surowono.

Gua Surowono sering disebut Gua Pelarungan. Sebab, pada zaman Majapahit sering dilakukan ritual larung sesaji.

Gua ini terdiri dari lima sumur dengan jarak antar sumur sekitar 50 meter hingga 60 meter. Mulut terowongan berbentuk kubah, selebar tubuh manusia dengan tinggi sekitar 160 cm hingga 170 cm.

Di beberapa bagian, ketinggiannya hanya 150 cm, bahkan di antara sumur ke-4 dan ke-5 jarak dasar gua dengan langit-langit hanya sekitar 60 cm.

Gua Surowono merupakan gua unik yang di dalam gua tersebut terdapat aliran air, jika pengunjung ingin menikmati atau ingin masuk gua harus dipandu oleh penjaga gua, pasalnya gua tersebut kerap menyesatkan pengunjung. Banyak wisatawan setelah berkunjung ke Candi Surowono kemudian melanjutkan ke Gua Surowono.

5. Tempat Rekreasi Keluarga

Pengunjung Candi Surowono.
Pengunjung Candi Surowono. Photo by instagram @alifanurula_

Candi Surowono juga merupakan salah satu destinasi wisata masyarakat Pare dan sekitarnya. Tidak hanya masyarakat dari Pare dan sekitarnya saja, banyak pengunjung yang berasal dari luar kota bahkan banyak juga turis asing yang pernah mengunjungi Candi Surowono.

Dikutip dari berita online Travel Kompas, jumlah pengunjung selama 2014 mencapai 48.913 orang.

Jumlah kunjungan tersebut didasarkan pada pencatatan buku tamu karena sebagian obyek wisata minat khusus ini umumnya tidak beretribusi.

Jika Anda ingin berkunjung ke Candi Surowono hanya mengisi buku tamu dan membayar uang seikhlasnya untuk perawatan dan juga kebersihan candi.

Yang tidak kalah penting jikaa berkunjung di Candi Surowono untuk selalu menjaga kebersihan di candi dan juga di sekitar candi. Dan juga jangan mencoret-coret dan merusak candi.

6. Terdapat Pemandian

Pemandian / Sendang Drajad Surowono.
Pemandian / Sendang Drajad Surowono. Photo by pukymen.blogspot.com

Dalam radius 500 meter dari Candi Surowono, terdapat juga sebuah pemandian yang bisa Anda kunjungi. Nama pemandiannya adalah Sendang Drajat Surowono.

Sendang Drajat merupakan destinasi wisata alam yang memiliki sumber air. Pada perkembangannya di sendang ini dibangun kolam renang berukuran besar, yang dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur dan menghabiskan waktu dengan berenang bersama teman maupun keluarga. Bisa dikatakan berolahraga sambil berlibur.

Pada zaman dahulu, kolam sumber mata air alami ini digunakan sebagai pembersihan diri para raja sebelum melakukan meditasi dan ritual di Candi Surowono.

Banyak wisatawan lokal yang datang untuk berlibur diakhir pekan, tetapi pada Hari Jumat Sendang Drajat tutup.

Fasilitas di sendang ini juga sudah cukup, ada toilet, warung tempat makan dan tempat parkir yang luas, bisa menambah kenyamanan pengunjung.

Tetapi berdasarkan pengamatan di lokasi, harus dikembangkan lagi masih ada beberapa tempat yang kurang rapi penataannya.

Pengelolaan Sendang Drajat ini sudah diserahkan dan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Kediri dan merupakan sumber pendapatan Kabupaten Kediri.

Okey guys itu tadi Mengintip Desa Canggu, Sejarah Candi Surowono hingga Sendang Drajat.

Jangan lupa untuk kenakan maskermu, jangan lupa cuci tangan, dan hindari kerumunan, bagikan artikel ini agar kalian dan teman kalian selalu update informasi seputar Kediri dan sekitarnya.

Baca juga Artikel:

  1. Mengungkap Sisi Lain Candi Tegowangi
  2. Antropolog Kaliber Dunia Pernah Menimba Ilmu di Pare
  3. Mengenal Lebih Dekat Masjid Terbesar di Pare

Back to top button
%d blogger menyukai ini: