Bacaan Doa Ziarah Kubur dan Tata Cara Sesuai Sunah, Arab Latin, dan Arti

Ziarah kubur tidak hanya perihal datang dan berkunjung saja, namun ada kegiatan lain seperti memanjatkan doa untuk orang tercinta yang sudah meninggal dunia.

 
Bacaan Doa Ziarah Kubur dan Tata Cara Sesuai Sunah, Arab Latin, dan Arti. Photo by Tom Fisk from Pexels: https://www.pexels.com/photo/gravestones-in-the-cemetery-4766795/

Seperti diketahui, ziarah kubur termasuk satu di antara amalan yang mulia dalam Islam. Pasalnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berziarah kubur agar mereka senantiasa mengingat kepada kematian.

Dengan begitu kita tidak lantas merasa senang dengan kehidupan duniawi. Di Indonesia, ziarah kubur sudah termasuk tradisi.

Ziarah kubur biasa disebut sebagai “nyekar” dalam bahasa Jawa. Dalam pratiknya, ziarah kubur bisa dilakukan pada waktu kapan saja.

Biasanya, kebanyakan orang Indonesia melakukan ziarah kubur saat menjelang bulan Ramadan atau Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Doa Selamat Dunia Akhirat Latin dan Terjemahan, Waktu yang Tepat untuk Dibaca

Ketika ingin berziarah, biasanya kita mengajak sanak keluarga untuk ikut serta. Sebab, ziarah kubur dapat membantu mengingatkan kita sebagai umat manusia terhadap akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Bacaan Latin: 

Inni kuntu nahaitukum 'an ziyaratil quburi fazuuruha fa innaha tuzakkirukum al-akhirah.

Artinya: “Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat.” (HR. Muslim).

Saat sampai di makam dan melakukan ziarah kubur, kegiatan yang dapat kita lakukan selain menabur bunga adalah dengan mendoakannya.

Bacaan Doa Ziarah Kubur

Ziarah kubur termasuk salah satu amalan yang mulia dalam Islam. Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk berziarah kubur agar kita senantiasa ingat kepada kematian dan akhirat.

Berikut ini doa ziarah kubur dan tata cara yang bisa Anda hafalkan.

Mengucapkan salam

Ketika hendak masuk atau keluar rumah, umat muslim senantiasa dianjurkan untuk mengucap salam. Sama halnya ketika hendak ingin memasuki makam, dianjurkan pula untuk mengucap salam kepada para penduduk makam.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُعَجَّلٌ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Assalamu‘alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

Artinya:

Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.

Membaca istigfar

Setelah membaca atau mengucap salam, yang selanjutnya dilakukan adalah membaca istigfar.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

“Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi”

Artinya:

“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Membaca Surah Al-Fatihah

Selanjutnya adalah mengirim doa dengan membaca surah Al-Fatihah yang ditujukan kepada para kerabat yang sudah meninggal atau wafat. 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.

“Bismillāhir-rahmānir-rahīm. Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.”

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.”

Baca juga: Nisfu Syaban, Keutamaan, dan Kapan Waktunya

Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Setelah selesai membaca surah Al-Fatihah, maka selanjutnya dilanjutkan dengan membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Masing-masing dibaca sebanyak tiga kali.

Al Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد

“Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan ahad.”

Artinya:

“Katakanlah, ‘Dialah Yang Maha Esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.

“Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.”

Artinya:

“Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus napasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.”

An-Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَٰهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.

“Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.”

Artinya :

“Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’”

Membaca tahlil

Tahlil adalah bacaan kalimat tauhid. Kalimat ini dibaca sebanyak 33 kali atau kamu juga bisa mengikuti imam yang memimpin tahlil.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

“Laailaaha Illallah.”

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah.”

Membaca doa jenazah

Setelah selesai membaca tahlil, maka yang terakhir adalah membaca doa jenazah ketika hendak berziarah.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ.

“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”

Artinya:

“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim).

Manfaat Ziarah Kubur untuk Umat Muslim

Ziarah kubur memiliki banyak manfaat bagi umat Islam, di antaranya:

  1. Mengingatkan akan kematian: Mengunjungi makam mengingatkan umat Islam pada kematian dan kehidupan akhirat, yang mendorong mereka untuk memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

  2. Mendoakan almarhum: Ziarah kubur memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mendoakan almarhum agar mendapat ampunan dan rahmat dari Allah.

  3. Pengingat ketakwaan: Mengingat kematian menguatkan rasa takwa, membuat orang lebih sadar akan perbuatan mereka di dunia.

  4. Penghibur hati: Bagi yang berduka, berziarah bisa memberikan ketenangan batin dan kesempatan untuk mengingat kenangan bersama orang yang telah meninggal.

Ziarah ini dilakukan dengan niat baik, sesuai dengan ajaran Islam, untuk memperkuat hubungan spiritual.

Semoga bermanfaat..

Tommy Gandes

I am an experienced SEO Consultant. Digital Marketer. Professional Blogger & addicted Web Developer. Creator. Korean drama fans. Introvert. Fixers. Travel ninja. Thinker.

Lebih baru Lebih lama